ANTARA/ADNANKELAPARAN:
Aco, 3, anak almarhum Daeng Besse, dirawat di Rumah Sakit Haji Makkasar, Sabtu (1/3). Daeng Besse yang sedang mengandung tujuh bulan dan anaknya, Fahril, 4, Jumat (29/2), meninggal dunia diduga akibat kelaparan.......
Kepemimpinan Saidina Umar Al-Khattab R.A
Pada suatu malam sedang Saidina Umar meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat rakyatnya dari dekat, terdengar tangisan anak-anak. Saidina Umar menghampiri pondok buruk asal tangisan itu. Bersamaan terdengar suara sibuk di dapur, suara tangisan tidak lagi terdengar . Karena masakannya tak kunjung matang akhirnya anak-anaknya tertidur dalam kelaparan.
Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Saidina Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Saidina Umar bertanya tentang hal kehidupan Ibu itu bersama anak-anaknya. Ibu itu mengadu bahwa dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan, bila anaknya menangis hendak makan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa ketul batu ke dalam periuk, sehingga mereka diam sebentar kerana menyangka ibunya memasak sesuatu.
Mendengar penuturan ibu itu, Saidina Umar merasa hatinya tersayat-sayat amat sedih, secepatnya mohon diri keluar dari rumah itu. Dalam kegelapan malam, Saidina Umar terus menuju ke Baitumal lalu mengambil sendiri beberapa karung gandum untuk dihantar ke rumah tadi. Setelah memberi salam dan masuk, ia mengambil sendiri gandum dari karung yang di bawanya, lalu dimasaknya. Setelah siap, Saidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk ibu dan anak-anak itu. Melihat mereka gembira menghadap makanan, Saidina Umar berasa amat lega dan senang
Zuhudnya Saidina Umar, pangkat dan jabatan yang dipegangnya tidak membuatnya mengharapkan layanan istimewa, justru beliaulah yang melayani.
Kisah kepemimpinanan Saidina Umar Al-Khattab R.A patut jadi suri tauladan buat pemimpin masa kini.
Sehubungan perkara "kelaparan yang terjadi di Makassar......
Bukankah di sana ada : mulai yang paling dekat ketua RT, (Rukun tetangga=perduli=kalau perlu cari tahu apa yang sedang terjadi di tetangga rumah sebelah) KetuaRW, sampai yang agak jauh dikit (hierarki maksudnya) Kepala Desa, Camat dan seterusnya......
Walau tidak sesempurna Saidina Umar, setidaknya (aparat yang berwenang, mayarakat setempat kalau perlu perorangan juga boleh) punya data warga yang mungkin perlu, sudah perlu, sudah sangat memerlukan sedikit perhatian selanjutnya dibuatkan semacam rujukan untuk secepatnya mendapat pertolongan. Rujukannya kemana sekiranya para aparat mengetahuinya.
Kalau masyarakat setidaknya dapat mengajukan ke Lembaga2 kesejahteraan masyarakat, Badan Amil zakat terdekat, atau syukur2 ada pengusaha yang mau berbagi.....
Sehingga pertolongan datang pada waktu yang tepat.....
Selain sebagai tempat lapor ngurus KTP, RT/RW juga betindak sebagai pemerhati dan penolong (penyambung informasi) bagi warganya.....